Minuman Tradisional Khas Indonesia

Indonesia begitu kaya dengan rempah-rempah dan hasil alam berupa bahan makanan. Melalui racikan penduduk setempat, terhidanglah beberapa sajian minuman tradisional Indonesia yang bercita rasa tinggi dan menyehatkan. Dikatakan sehat karena minuman ini terbuat dari bahan-bahan alami yang mempunyai khasiat tersendiri serta jauh dari pengawet dan pemanis buatan.

Adapun beberapa minuman tradisonal khas indonesia yang nikmatnya diminum hangat-hangat, antara lain:

1. Bajigur

Bajigur adalah minuman hangat khas masyarakat Sunda dari daerah Jawa Barat, Indonesia. Bahan utamanya adalah gula aren, dan santan. Untuk menambah kenikmatan dicampurkan pula sedikit jahe, garam dan bubuk vanili. Minuman yang disajikan panas ini biasa dijual dengan menggunakan gerobak yang menyertakan kompor. Bajigur paling cocok diminum pada saat cuaca dingin dan basah sehabis hujan. Makanan yang sering dihidangkan bersama bajigur adalah pisang rebus, ubi rebus, atau kacang rebus.

2. Bandrek

Bandrék adalah minuman tradisional orang Sunda dari Jawa Barat, Indonesia yang dikonsumsi untuk menaikkan kehangatan tubuh. Minuman ini biasanya dihidangkan pada cuaca dingin, seperti di kala hujan ataupun malam hari. Bahan dasar bandrék yang paling penting adalah jahe dan gula merah, tapi daerah-daerah tertentu menambahkan rempah-rempah tersendiri untuk memperkuat efek hangat yang diberikan bandrék, seperti serai, merica, pandan, telur ayam kampung, dan sebagainya. Susu juga dapat ditambahkan tergantung dari selera penyajian. Banyak orang Indonesia percaya bahwa bandrék dapat menyembuhkan penyakit ringan seperti sakit tenggorokan. Ada juga bandrék yang dikhususkan untuk orang dewasa karena efek panasnya.

3. Sekoteng

Sekoteng adalah minuman asli Jawa Tengah berasa jahe yang biasa dihidangkan panas. Bahan lain yang biasanya dicampur ke dalam minuman sekoteng adalah kacang hijau, kacang tanah, pacar cina dan potongan roti. Sekoteng biasa dihidangkan pada malam hari. Sekoteng biasanya dijual keliling dengan menggunakan gerobak pikul. Satu sisi untuk panci air jahe beserta kom****ya sedangkan sisi lain adalah tempat bahan campuran dan tempat mempersiapkan sekoteng.

4. Wedang Ronde

Wedang ronde merupakan minuman tradisional yang berasal dari Jawa. Wedang sendiri berarti minuman. Wedang ronde adalah seduhan air jahe yang berisi bola-bola yang disebut ronde. Biasanya disajikan dengan kacang yang sudah disangrai, kolang-kaling, dan potongan roti di dalam minuman tersebut.

Ronde sendiri terbuat dari tepung ketan yang berisi kacang tanah dan gula merah. Konturnya kenyal ketika digigit. Dan bagian dalamnya akan meleleh di dalam mulut kita. Komponen utama dalam wedang ronde ada 2. Yaitu wedang jahe dan ronde itu sendiri. Jika wedang ronde tidak memiliki ronde, maka minuman itu disebut wedang jahe.

5. wedang jahe

Wedang jahe (bahasa Indonesia: “Teh jahe”) adalah hidangan minuman teh jahe tradisional dari daerah Jawa Tengah dan Timur, Indonesia yang umumnya dihidangkan panas. “Wedang” sendiri adalah bahasa Jawa yang berarti “minuman panas”, namun dalam hal ini berarti “teh”. Walaupun tanpa kandungan kafein, minuman ini sering kali disajikan dan dinikmati seperti teh. Minuman ini dibuat dari gula jahe dan kelapa / gula batu. Masyarakat Indonesia juga menggunakan jahe bubuk sebagai bahan umum di resep tradisional mereka.

6. Bir pletok

Bir pletok adalah minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah-rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai. Minuman tradisional ini dikenal di kalangan etnis Betawi. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas.

Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol. Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Masyarakat Betawi banyak mengonsumsinya pada malam hari sebagai penghangat.

ANEKA MAKANAN KHAS TRADISIONAL INDONESIA

Kudapan Tradisional Kalimantan Timur

 


Kudapan Tradisional Sulawesi Tenggara

 


Kudapan Tradisional Sulawesi Tengah

 


Kudapan Tradisional Kalimantan Timur

KUE GEGETAS

Gegetas Bahan:
250 g tepung ketan
1/2 butir kelapa parut
1/2 sdt vanili
garam secukupnya
125 ml santan kental dari 1/4 butir kelapa
minyak untuk menggoreng

Lapiran gula:
125 g gula pasir
125 g gula merah, serut
50 ml airCara membuat:

  1. Campur tepung ketan, kelapa parut, vanili dan garam, aduk rata.
  2. Masukkan santan secara bertahap, aduk hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk
  3. Ambil 1 sdm adonan, bentuk lonjong pipih, lakukan hingga adonan habis
  4. Goreng adonan dengan minyak panas, api penggorengan tetap kecil
  5. Masukkan gula pasir, gula merah dengan air, hingga kental
  6. Masukkan getas goreng, aduk rata hingga mengering. Angkat, dinginkan.

Hasil 20 buah

 


SANGGAR BANYU

Sanggar Banyu Bahan:
200 g tepung terigu
garam secukupnya
300 ml air
2 lembar daun pandan, sobek-sobek, simpulkan
1 sisir pisang kepok, kupas
1/2 buah kelapa, parut beri sedikit garam
  1. Campur tepung terigu dan garam, tuangi air, aduk hingga rata
  2. Didihkan air bersama daun pandan, selup pisang dalam adonan tepung
  3. Masukkan pisang kedalam air mendidih satu persatu, rebus hingga matang
  4. Bila telah mengapung angkat tiriskan, lumuri kelapa parut

Hasil 12 buah

Catatan: Dapat disajikan dengan taburan gula pasir.

 


KUE INTALU KERUANG

Intalu Keruang Bahan:
350 g tepung ketan
350 ml air
1,5 sdm air kapur
750 ml santan dari 1 butir kelapa
250 g gula merah
100 g gula pasir
garam secukupnya
2 lembar daun pandan, robek-robek, simpukan
  1. Masukkan tepung ketan dalam mangkok, tuangi air dan air kapur sirih, aduk hingga tercampur rata
  2. Uleni hingga adonan kalis dan tidak lengket ditangan
  3. ambil adonan 1/2 sdm, bentuk sebesar kelereng, lakukan hingga adonan habis
  4. Masak santan, gula merah, gula pasir, garam dan daun pandan, hingga gula larut,saring
  5. Masukkan kelereng-kelereng adonan dalam air rebusan gula selama 20 menit, hingga matang (mengapung). Angkat, sajikan

Hasil untuk 5 orang

Catatan:Agar tidak lengket satu sama lain tempat untuk meletakkan kelereng adonan ditaburi sedikit tepung beras

 


KUE GEGICAK

Gegetas Bahan:
350 g tepung ketan
350 ml air daun suji pandan
1,5 sdm air kapur sirih

Taburan:
250 g gula merah; 100 g gula pasir; 50 ml air; 0,5 butir kelapa parut;
2 lembar daun pandan; garam secukupnya

  1. Campuri tepung ketan, air perasan daun suji dan air kapur sirih hingga menjadi adonan yang dapat dibentuk.
  2. Ambil 0,5 sdm adonan, bentuk sebesar kelereng, tekan sedikit tengahnya dengan ibu jari hingga agak melekung.
  3. Rebus adonan kelereng keta ke dalam air mendidih, bila telah mengapung berarti sudah masak, angkat
  4. Taberan: Masak gula merah, gula pasir, dan air hingga gula cair, angkat, saring
  5. Masak kembali, tambahkan kelapa parut, daun pndan dan garam, aduk diatas api kecil hingga mengering, angkat
  6. Sajikan gegicak dengan taburan kelapa muda

Hasil untuk 5 orang

 


PEPARE

Gegetas Bahan:
Kulit:
250 g tepung ketan; 1,5 sdm air kapur sirih; garam secukupnya;
Campur 200 ml santan kental dari 0,5 butir kelapa dengan 3 sdt air daun pandan/suji
Isi: 125 g gula merah; 50 g gula pasir; 50 ml air; garam secukupnya; 0,5 butir kelapa, parut kasar; 1 lembar daun pandan, robek-robek, simpulkan

Hiasan:
250 ml santan kental dari 0,5 butir kelapa dan garam secukupnya, masak hingga mengental menjadi areh

  1. Kulit: Campur tepung ketan, air kapur sirih,dan garam. Tuangi santan dan ir daun pandan, aduk hingga tidak lengket ditangan.
  2. Isi: Masak gula merah, gula pasir, garam, dan iar hingga gula mencair, saring. Masak kembali, masukkan kelapa parut dan daun pandan, biarkan hingga cairan gula mengering. Angkat dinginkan
  3. Ambil 50 g adonan, isi 1 sdm isian kelapa, bentuk bulat lonjong, gurat-gurat memanjang diatasnya, hingga menbentuk guratan buah paria
  4. Letakkan di atas sehelai daun pisang beroles minyak. Kukus selama lebih kurang 10 menit, jangan terlalu lama agar kulit tidak terlalu memuai
  5. Bila akan dihidangkan, olesi santan di atasnya

Hasil 20 buah

 


PUNDUT NASI

Pundut Nasi Bahan:
300 g beras, rendam 1 jam, tiriskan
raram secukupnya
600 ml santan kental dan 600 ml santan encer dari 2 butir kelapa
daun pisang, untuk pembungkus, lyukan

Sambal:
2 sdm minyak untuk menumis;
5 buah cabe rawit + 5 buah cabe merah 50 g kacang tanah, goreng dan haluskan
garam secukupnya

  1. Campur beras dan garam, aduk rata
  2. Siapkan dua lembar daun pisang, bagian bawah lebih besar dari bagian atas
  3. Masukkan 2 sdm beras, 3 sdm santan kental, dan 2 sdm santan cair, lipat kedua sisi tengahnya, semat dengan lidi
  4. Kukus selama 2 jam hingga matang. Angkat dan dinginkan
  5. Sajikan dengan sambal
  6. Sambal: Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum, aduk hingga rata. Tuangi air dan tambahkan garam, biarkan beberapa saat, angkat dan sajikan

Hasil: untuk 20 @ 50 g

 


SANGGAR GEDANG RAMAS

Gegetas Bahan:
200 g tepung terigu
50 gula pasir
200 ml air
1 sdm air kapur sirih
6 buah pisang raja belah 4, potong-potong 2 cm
minyak untuk menggoreng
  1. Campur tepung terigu, gula pasir, air, dan air kapur sirih, aduk hingga rata
  2. Masukkan pisang aduk hingga rata
  3. Panaskan minyak, goreng 2 sdm adonan pisang hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
  4. Sajikan hangat

Hasil: 15 buah

 


L A K S A

Gegetas Bahan:
250 g tepung terigu
350 ml air panas
daun pisang untuk alas
Kuah:
3 sdm minyak untuk menumis
150 g daging ikan gabus, haluskan
150 g labu siam, potong 1 x 1 cm
750 ml santan dari 1 butir kelapa

Bumbu yang dihaluskan:
5 buah bawang merah; 3 siung bawang putih; 7 buah bawang merah; 1 sdm bumbu kari; garam secukupnya

  1. Kukus tepung beras selama 30 menit. Angkat, masukkan dalam mangkok.
  2. Tuangi air panas secara bertahap, sambil terus diaduk hingga rata dan adonan matang
  3. Cetakan adonan menggunakan cetakan putu mayang membentuk mi @ seberat 50 g
  4. Alasi pengukus dengan daun pisang, letakkan adonan yang telah dipotong, kukus adonan selama 15 menit dengan air sedang, hingga matang. Angkat sajikan dengan kuah
  5. Kuah: Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daging ikan gabus halus, aduk hingga rata, tambahkan labu siam
  6. Tuangi santan, biarkan hingga mendidih, sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Angkat

Untuk 5 orang

 


PUTU MAYANG

Gegetas Bahan:
250 g tepung beras baru
350 ml air panas
daun pisang untuk alas

Saus:
250 g gula merah, sisir
100 g gula pasir
700 ml santan kental dari 1 butir kelapa
1/2 sdt vanili
garam secukupnya
1 sdm tepung maizena, cairkan dengan 2 sdm air

  1. Kukus tepung beras selama 30 menit hingga matang, angkat masukkan dalam mangkok
  2. Tuangi air panas secara bertahap, sambil terus diaduk hingga air habis dan adonan matang
  3. Cetak dengan cetakan putu mayang, kukus selama 30 menit hingga matang. Angkat dan dinginkan. Sajikan dengan sausnya
  4. Campur gula merah, gula pasir, santan, vanili dan garam. Rebus hingga gula mencair, saring. Masak kembali, tuangi dengan cairan tepung maizena. angkat.

Untuk 18 buah @ 50 g

 


SANGGAR KEKUMBU
(SANGGAR KACANG HIJAU)

Gegetas Bahan:
250 g kacang hijau, rendam semalaman, tiriskan
125 g gula merah
125 g gula pasir
1/2 sdt vanili
minyak untuk menggoreng

Pencelup:
75 g tepung beras; 200 ml air; garam secukupnya

  1. Rebus kacang hijau hingga lunak, masukkan gula merah, gula pasir dan vanili, masak hingga air perebus kering. Angkat dan dinginkan.
  2. Haluskan kacang hingga lembut dan dapat dibentuk.
  3. Ambil 2 sdm (+/- 50 g) adonan, bentuk bulat pipih setebal 1 cm. Lakukan hal serupa hingga adonan habis.
  4. Pencelup: Campur tepung beras, air dan garam, aduk hingga rata. Celupkan bulatan kacang hijau ke dalam cairan pencelup.
  5. Panaskan minyak goreng, goreng bulatan kacang hijau hingga matang dan berwarna kekuningan. Angkat dan tiriskan.
  6. Sajikan

Hasil: 10 buah @ 50 g

 


Kudapan Tradisional Sulawesi Tenggara

KUE ENGKEA-ENGKEA

Engkea engkea Bahan:
1 Sisir pisang kepok, matang, cincang kasar
150 g gula merah, iris halus
3 kuning telur
1/2 sendok garam
75 g tepung beras
100 ml santan
Minyak untuk menggoreng
  1. Campur pisang kepok, gula merah, kuning telur dan garam, aduk hingga rata
  2. Masukkan tepung beras dan air secara bertahap smbil terus diaduk hingga tercampur rata
  3. Panaskan minyak, goreng adonan 1 sdm membentuk bulatan hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan, angkat dan sajikan

Hasil 15 buah

 


KUE CUCUR

Cucur Bahan:
250 g gula merah
200 ml air
1 lembar daun pandan, sobek-sobek
300 g tepung beras
300 g tepung terigu
1/2 sendok garam
4 kuning telur
1 l santan dari 1 butir kelapa
minyak untuk menggoreng
  1. Rebus gula merah, air, dan daun pandan, hingga gula larut, angkat dan saring. Sisihkan
  2. Campur tepung beras, tepung terigu, garam dan kuning telur, aduk hingga rata
  3. Tuang cairan gula, tambahkan santan dan aduk hingga rata. Diamkan adonan semalaman
  4. Panaskan minyak, masukkan 3 sdm adonan. Goreng setengah masak, balik, biarkan hingga matang. Angkat dan sajikan

Hasil 20 buah

Catatan: Setiap akan digoreng, adonan diaduk-aduk agar tepung tidak mengendap dan kue mengembangCara membuat:Cara membuat:Cara membuat:Cara membuat:Cara membuat:Cara membuat:Cara membuat:Cara membuat:Cara membuat:Cara membuat:Cara membuat:

Makanan Tradisional Yang Paling Populer Di Indonesia

 

1. Bakso
Bakso atau baso adalah jenis bola daging yang paling lazim dalam masakan Indonesia. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga baso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang. Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur, ditaburi bawang goreng dan seledri. Bakso sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia; dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran
2. Soto
Soto, sroto, atau coto adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran. Daging yang paling sering digunakan adalah sapi dan ayam, tapi juga babi dan kambing. Berbagai daerah di Indonesia memiliki jenis soto sendiri, dengan kandungan yang berbeda-beda, misalnya Soto Kediri soto Madura, soto Betawi, soto Padang, soto Bandung, soto Sokaraja, soto Banjar, soto Medan, coto Makassar. Soto juga dinamai menurut kandungannya, misalnya soto ayam, soto babat, soto kambing. Soto memiliki banyak kemiripan dengan sop.
3. Nasi Goreng
Nasi goreng jawa adalah perpaduan antara masakan khas Luar dengan bumbu dan keterampilan koki Indonesia. Biasanya dalam nasi goreng ini terdapat tambahan tauge
 
 
4. Empek-empek
Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.
Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas.

 

5. Gudeg
Gudeg (bahasa Jawa gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek.
 
 
6. Masakan Padang
Masakan Padang adalah nama yang digunakan untuk menyebut segala jenis masakan yang berasal dari kawasan Minangkabau, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Semua jenis masakan ini lebih populer dengan sebutan masakan Padang.Masakan Padang termasuk jenis masakan yang dapat dihidangkan kapan pun. Rumah makan Padang menawarkan jenis masakan seperti rendang, gulai gajebo, soto Padang, dendeng balado, dan gulai kepala ikan kakap disertai sambal balado.
7. Ala Penyetan
Penyetan adalah masakan kombinasi antara sambal terasi dan disajikan bersama ayam goreng, tempe atau tahu, bebek dan biasanya ditambah dengan terong dan lalapan.
8. Sate
Sate atau kadangkala ditulis satay atau satai adalah makanan yang terbuat dari potongan daging (ayam, kambing, domba, sapi, babi, ikan, dan lain-lain) yang dipotong kecil-kecil,dan ditusuki dengan tusukan sate yang biasanya dibuat dari bambu, kemudian dibakar menggunakan bara arang kayu. Sate kemudian disajikan dengan berbagai macam bumbu (bergantung pada variasi resep sate).
Sate diketahui berasal dari Jawa, Indonesia, tetapi sate juga populer di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand. Sate juga populer di Belanda yang dipengaruhi masakan Indonesia yang dulu merupakan koloninya. Versi Jepang disebut yakitori.

9 Makanan Khas Indonesia Paling “Aneh”

Indonesia terkenal dengan keanekaragaman budaya, flora dan faunanya. Nah, pada makanan juga ada beberapa masakan asli suatu daerah yang merupakan masakan khas daerah tersebut gan, yang mungkin juga dirasa aneh dan asing didengar untuk dimakan dari orang yang berasal dari daerah yang lain.
1. Bothok Tawon

Makanan ini merupakan bothok dengan bahan dasar sarang tawon atau lebah. Rasanya ada yang pedas, manis dan asam segar. Bothok tawon masih bisa ditemui di daerah pedesaan jawa timur.
2. Lawar Bali

Lawar adalah makanan tradisional khas Bali yang bahannya dari daging babi, darah babi yang masih segar,parutan kelapa dan bumbu-bumbunya.Proses pengolahannya pun sangat unik yaitu daging babi yang diketek(potong2 halus) kemudian di campur dengan parutan kelapa dan bumbu khas serta yang terakhir dituangi darah segar babi untuk memberi warna merah yang membangkitkan rasa lapar. Lawar pada mulanya digunakan untuk sajian pada upacara baik upacara adat maupun upacara keagamaan, saat ini telah dijual sebagai hidangan baik di warung-warung, rumah makan bahkan hotel-hotel berbintang di Bali
3. Rujak Cingur

Sudah terlihat jelas belum bentuknya ya, hidung apa tuh , bahan di atas adalah bahan dari rujak cingur, makanan khas kota surabaya. Cingur adalah sejenis *Forbidden* dari bagian hidung dan mulut sapi. Rujak cingur sangat enak memakai sambal petis dengan kacang tanah.
4. Soup Ceker Ayam

Kalau ini bahan dasarnya, kaki ayam, alias ceker. Gizi dan protein dari ceker ayam ini sangat tinggi.
5. Rempeyek Laron

Pernah tahu hewan yang terbang setelah hujan keluar, biasanya kita temui dekat lampu depan rumah. Namanya laron, hasil metamorfosis perubahan dari rayap kayu yang keluar setelah hujan. Oleh para penduduk, dijadikan bahan rempeyek
6. Kelelawar Goreng Bumbu

Kelelawar goreng bumbu kecap sambal pedas, merupakan masakan khas dari manado. Mungkin di daerah lain juga ada tapi dengan bahan kelelawar buah atau codhot.
7. Ulat Sagu

Ulat sagu bisa ditemui pada pohon sagu yang sudah mati ada juga di pohon kelapa yang telah mati. Sebenarnya ulat sagu merupakan perubahan sebelum menjadi kumbang. Biasanya langsung dimakan mentah-mentah sebagai jamu dan obat kuat, khas dari papua atau NTB.
8. Tokek goreng

Digunakan sebagai jamu untuk masalah penyakit kulit. Tokek bisa kita temui hidup di rumah-rumah, ada juga yang ditangkarkan.
9. Tikus Panggang
:

Wah, ini tikus panggang namanya, asli dari manado punya. Ada yang sudah coba gan?!?

Jajanan Khas Indonesia

Kue Putu sebuah makanan/kue yang sudah pasti banyak orang indonesia tau dan saya yakin kue putu hanya ada di indonesia karena asalnya dari indonesia kalo mungkin ada yang jualan di luar negri saya rasa ini pasar yang bagus karena di luar negri pasti belum ada yang jualan kue putu deh.

http://www.genksukasuka.com/2012/09/makanan-khas-indonesia-kue-putu.html

Baru tau singkatan kue PUTU, awalnya dari isengnya teman saya beberapa bulan silam lagi ngumpul tepatnya sih sebelum puasa Ramadhan tahun ini, karena orangnya yang suka blak-blakandan suka becanda sebagai faktor pendukungnya keluar pertanyaan keingin tahuanya tentang arti dari kue putu itu keluar. Tapi kenapa baru kali ini saya posting satu kata saja #lupa. Melanjutkan arti kata dari kue putu ini.

Kue Putu apasih yang dimaksud dengan kue putu pasti pengen tau kan atau sudah tau yang sudah tau biarlah berlalu yang belum tau sini tak kasih tau hehe, okelah berdasarkan sumber dari tukang jualan kue PUTU secara langsung dalam obrolan #sukasuka beberapa bulan yang lalu berikut adalah deskripsi dari kata “PUTU” masih bersumber dari 1 sumber (penjual kue putu) :

P = Perusahaan
U = Umum
T = Tenaga
U = Uap

Disingkat menjadi “PUTU” dan jadilah namanya kue putu seperti yang kita kenal saat ini, dan saya yakin masih banyak juga yang belum ngeh akan nama kue putu itu sendiri.

Bagi yang baru tau pasti ekspresinya langsung terkaget, wah dan wow pastinya sebuah ekspresi yang pernah juga saya lakoni karena tercengang tak pernah dipikirkan dalam hati sebelumnya apalagi menebak-nebak apa itu kue PUTU. Selama ini taunya kue putu itu hanyalah terbuat dari tepung beras kemudian isinya gula merah atau gula jawa dan di taburi kelapa parut dan di kukus begitu dengan uap, yang menjadi ciri khas penjual kue putu itu ada (bunyinya yang khas seperti suara sanyo, pompa air) hanya beberapa menit langsung jadi.

Dan anehnya arti kata dari kue putu sendiri seperti yang saya jabarkan tidak ada di media wikipedia indonesia disana hanya menjelaskan bahwa kue putu itu adalah makanan dengan bahan ini ada ini dan itu sedangkan kue putu yang berasal dari daerah bagian indonesia mana juga tidak saya temukan saat saya berkunjung di 06/09/12 jam 14:03.

Resep Kue Putu

Jajanan tradisional yang satu ini paling nikmat kalau di makan selagi hangat, dipadu dengan hangatnya teh akan melengkapi nikmatnya kue putu ini, berikut bahan yang dibutuhkan dan juga cara untuk membuatnya.

Bahan yang dibutuhkan :

  • 200 grtepung beras
  • 125 ml air matang
  • 1/4 sdt garam
  • 2 sdm air daun suji
  • gula merah secukupnya, sisir halus
  • Kelapa parut secukupnya, bubuhi garam dan kukus

Cara membuatnya :

  • Kita campur air, garam dan air daun suji lalu kita aduk sampairata
  • Kemudian tuang kedalam tepung dan aduk hingga rata dan tepung terasa lembab ber butir-butir, lalu  ayak tepung lembab dengan saringan kawat hingga berbutir-butir halus, kukus sbentar lalu angkat
  • Siapkan cetakan sesuai selera, kemudian masukan hingga setenggah penuh, beri gula merah lalu tutup kembali dengan adonan tepung sampai penuh, ulagi sampai adonan habis
  • Tutup cetakan dengan daun pisang, kemudian kukus kue selama 10 menitdengan cara membalik cetakan, setelah 10 menit balik cetakan lalu kukus kembali selama 5 menit, angkat dan sajikan saat hangat dengan taburan kelapa parut

4 Makanan Khas Indonesia Penuh Nutrisi

Indonesia dikenal sebagai tempatnya makanan enak. Makanan khas di Indonesia memiliki cita rasa yang berbeda di tiap daerah. Misalnya saja rasa makanan di pulau Sulawesi dominan pedas, berbeda dengan makanan di daerah jawa yang terasa manis.

Tidak hanya memiliki beraneka ragam jenis makanan khas yang enak, kandungan nutrisi di dalam makanan tersebut juga tidak dapat disepelekan. Terbuat dari rempah-rempah dan bahan pilihan membuatnya semakin enak dan tentu saja sehat. Berikut ini makanan khas di Indonesia yang dipilih memiliki nutrisi yang baik bagi tubuh:

1. Nasi Kuning.
Terbuat dari campuran beras, kunyit dan santan , makanan ini sangat mengenyangkan. Dapat disajikan dalam setiap waktu makan yaitu pagi, siang ataupun malam. Rasanya gurih dan enak. Di Indonesia, makanan khas ini juga biasa dihidangkan pada acara perayaan. Misalnya acara ulang tahun, pernikahan, kelahiran anak dan acara lainnya. Penyajiannya pun berbeda di setiap daerah. Tidak saja rasanya yang enak, manfaat nasi kuning ternyata baik bagi tubuh. Kunyit yang dicampurkan sebagai bahan pewarna alami nasi kuning mengandung zat antioksidan untuk merawat kulit, bahan antiseptic dan anti bakteri untuk penyembuhan luka, mencegah kanker payudara dan mengobati penderita kanker, sebagai obat anti inflamasi, meningkatkan proses metabolisme sehingga dapat mempertahankan berat badan tidak naik.

2. Sate.
Sate dapat dibuat dari berbagai macam daging. Yang paling populer di Indonesia adalah sate ayam, sate kambing, sate kuda dan sate kelinci. Adapun sate yang menggunakan jenis daging lain hanya dijual terbatas saja. Makanan khas di Indonesia ini menjadi kegemaran bagi orang pribumi maupun yang berasal dari luar Indonesia. Tidak sulit untuk mencari tempat makan sate, asap dari daging yang dibakar mencari ciri yang mudah dikenali. Sate dimakan dengan saus kacang dengan pelengkap yaitu kecap, irisan bawang merah dan cabe merah. Ada beberapa mitos mengenai sate, khususnya sate kambing yaitu dapat meningkatkan libido bagi pria. Sampai saat ini belum ada penelitian yang membahas keterkaitan antara sate kambing dengan kemampuan seks. Namun, baru-baru ini dari ahli gizi Puslitbang Gizi dan makanan di Bogor menemukan bahwa sate kambing memiliki khasiat membakar lemak dan menghilangkan kolesterol di dalam tubuh.

3. Empek-Empek.
Mendengar kata “Palembang” orang pasti akan menyangkut pautkan dengan makanan khas kota ini yaitu empek-empek. Bahan dasarnya terbuat dari ikan dan tepung kanji atau tapioka, dimakan dengan ditemani saus cuka atau dalam bahasa Palembang disebut “cuko”. Saus cuka terbuat dari cuka putih, asam jawa, air, gula merah, cabe rawit merah, bawang putih dan garam. Ada berbagai macam jenis empek-empek antara lain empek-empek kapal selam, lenjer, kulit ikan dan empek-empek pastel. Jenis ikan yang digunakan sebagai bahan empek-empek juga sudah bervariasi. Namun yang lebih enak dan terasa adalah bila menggunakan ikan belida atau ikan tenggiri. Seperti yang diketahui bahwa ikan mengandung omega 3, jadi sangat bagus mengkonsumsi empek-empek untuk pertumbuhan organ tubuh seperti otak dan jantung dan mengurangi kolesterol penyebab stroke.

4. Rendang.
Rendang adalah makanan khas daerah Padang yang nama dan rasanya telah diakui sampai ke mancanegara. Rendang dinobatkan sebagai “makanan terenak” di dunia versi CNN International dalam World’s 50 Delicious Food. Rendang juga dinobatkan sebagai “The Most Balanced Food” pada sebuah pameran travel terbesar di Amerika yang diselenggarakan tanggal 14-15 Januari 2012. Pembuatan rendang hingga bisa menjadi makanan terenak terbilang unik. Proses memasaknya membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam, dimasaknya pun harus diaduk secara terus menerus agar memperoleh rasa rendang yang lezat dan warna yang hitam yang sempurna. Rasa khas rendang sangat gurih, campuran serasi antara asin, manis dan pedas dengan bumbu rempah yang banyak antara lain cabai merah, bawang putih, bawang merah, ketumbar, kunyit, lengkuas, serai, jahe, daun salam dan daun jeruk. Rendang bisa awet tanpa dipanaskan selama tiga hari. Tidak hanya enak, rendang juga memiliki kandungan protein yang tinggi dibanding kornet dan abon. Kandungan energinya 193 kalori dalam setiap 100 gram lemak.

Makanan khas di Indonesia dikenal memiliki campuran rempah yang beraneka ragam. Itu adalah kunci kelezatan makanannya. Tidak hanya enak tetapi nilai gizi tetap terjaga. Bila ingin berwisata kuliner yang enak dan tetap sehat, bisa mencoba keempat makanan di atas. Selamat mencoba!